Pos Sehat Al Huda, Jl. Sukarajin I Kota Bandung
+6285798493023

Cara Duduk saat Makan yang Menyehatkan

 

Kami telah membahas mengenai kualitas dan kuantitas makanan pada beberapa tulisan kami sebelumnya. Pada tulisan kali ini, mari kita mengulas tentang adab (cara) duduk saat makan yang menyehatkan bagi seorang Muslim. Satu hal yang pasti adalah kita hendaknya mencontoh teladan kita semua Nabi ﷺ dalam segala hal karena beliau ﷺ adalah teladan yang terbaik bagi kita.

 

Cara Duduk Nabi ﷺ saat Makan

Cara duduk saat makan anjuran para ulama yang menyehatkan

 

Di dalam kitab Sahih-nya, Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu yang berkata,

 

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْعِيًا يَأْكُلُ تَمْرًا

 

“Aku melihat Nabi shallallahu’alaihi wasallam duduk iq’a saat makan kurma.” (HR. Muslim No 3807)

 

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, di dalam Syarh Sahih Muslim, menjelaskan bahwa duduk iq’a adalah menegakkan kedua telapak kaki dan duduk di atas kedua tumitnya. Maksud beliau ﷺ makan seperti itu agar beliau ﷺ tidak tenang saat duduk sehingga tidak makan banyak. Pada umumnya, orang yang duduk iq’a tidak akan tenang saat duduk sehingga tidak banyak makan. Sebaliknya, jika seseorang duduk tenang dan santai maka pada umumnya akan banyak makan. Karena banyak makan tidak pantas dilakukan (bagi seorang muslim).

 

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah juga menegaskan bahwa posisi duduk saat makan adalah duduk dengan bertumpu pada kedua lutut dan kedua punggung telapak kaki atau duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.

 

Jadi, para ulama menganjurkan tiga macam cara duduk bagi seorang Muslim saat makan yang menyehatkan, Biiznillah. Yang pertama adalah duduk iq’a, duduk bertumpu pada kedua lutut dan punggung telapak kaki, dan duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.

 

Bagaimana dengan Duduk di Kursi?

"<a

 

Di dalam satu hadits, Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Juhaifah radhiyallahu’anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

 

لَا آكُلُ مُتَّكِئًا

 

“Aku tidak makan sambil duduk itka’.” (HR. Al Bukhari No. 4980)

 

Imam Nawawi mengatakan di dalam Syarh Shahih Muslim, “Makna hadits diatas, ‘Aku tidaklah makan makanan seperti orang yang ingin banyak makan lalu dia mengambil posisi duduk yang nyaman. Namun aku duduk seperti orang yang akan bangkit serta makan sedikit.”

 

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafidzahullah memfatwakan bahwa duduk itka’ adalah semua cara duduk yang bisa membuat tenang dan santai saat makan. Duduk semacam ini mendorong seseorang makan lebih banyak.

 

Lalu, bagaimana dengan kita yang telah terbiasa duduk di kursi saat makan? Dari hadits Nabi ﷺ, para ulama tidak menganjurkan duduk berlama-lama sehingga menjadi santai dan nyaman saat makan. Karena hal itu dapat mendorong kita makan lebih banyak.

 

Penjelasan Ilmiah Cara Duduk Nabi ﷺ

 

Duduk berlutut saat makan diklaim dapat meningkatkan aliran darah ke daerah perut. Posisi ini dapat membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan dengan lebih optimal. Selain itu, posisi ini membantu kerja saraf vagus lebih baik. Saat makan, lambung akan melepaskan hormon leptin yang akan mengirimkan sinyal ke saraf vagus untuk menginformasikan bahwa kita sudah kenyang. Oleh karena itu, kita tidak akan makan berlebihan.

 

Duduk berlutut di lantai juga dapat meregangkan sendi lutut dan pinggul sehingga menjadi lebih fleksibel. Posisi ini melatih otot postural lebih aktif menjadi tegak membuat punggung dan bahu lebih kuat. Posisi duduk berlutut menjadikan pikiran lebih tenang ketika makan, sehingga Anda bisa lebih menikmati makanan dan tidak makan berlebihan.

 

Berjalan 2 Menit setelah Makan, Menyehatkan Loh

 

Dari penjelasan ulama di atas, Nabi ﷺ memposisikan duduk beliau seperti akan segera bangkit berdiri lalu berjalan. Ternyata aktivitas ini memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Di dalam suatu penelitian meta-analisis, peneliti menemukan bahwa berjalan ringan setelah makan setidaknya hanya selama 2 – 5 menit dapat menurunkan kadar gula darah. Para peneliti membandingkan efek berjalan tersebut dengan kegiatan lainnya seperti posisi duduk atau bersandar di sofa. Berjalan dengan intensitas ringan memerlukan kerja aktif dari beberapa otot kaki daripada sekadar berdiri. Berjalan pun menggunakan bahan bakar dari makanan di saat yang sama bahan bakar tersebut banyak tersedia di dalam darah. Oleh karena itu, otot dapat memanfaatkan kelebihan glukosa yang kita konsumsi.

 

Ketika subyek penelitian diminta berjalan setelah makan, maka peneliti mendapatkan kadar gula darah mereka meningkat lalu turun secara bertahap. Kondisi tersebut juga dapat menstabilkan kadar insulin. Secara jangka panjang, manfaat berjalan setelah makan adalah mencegah penyakit diabetes melitus tipe 2 dan menjaga kesehatan jantung.

 

Kegiatan ini dapat lebih bermanfaat dalam menurunkan kadar gula darah dalam jangka waktu 60 – 90 menit setelah makan. Menurut dr. Kershaw Patel, seorang preventive cardiologist, usaha aktivitas fisik sekecil apa pun akan memberi manfaat meski hanya sebuah langkah yang ringan.

 

Kesimpulan

 

Dari ulasan singkat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Nabi ﷺ duduk berlutut saat makan dengan posisi seperti orang yang akan segera bangkit berdiri lalu berjalan. Posisi duduk berlutut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan sekaligus mencegah makan lebih banyak serta menguatkan persendian tubuh. Aktivitas berdiri dan berjalan setelah makan ternyata juga memberikan manfaat menurunkan kadar gula darah dan menstabilkan horomon insulin. Secara jangka panjang, dapat mencegah diabetes melitus tipe 2, menjaga kesehatan jantung. Nabi ﷺ telah melaksanakannya sejak 1400 tahun yang lalu. Allahu Akbar!

 

Posisi duduk berlutut saat makan dengan posisi seperti orang yang akan segera bangkit berdiri lalu berjalan seolah menunjukkan bahwa Nabi ﷺ “tidak senang” berlama-lama dan memperbanyak makan. Sangat kontras dengan kita di zaman sekarang. Kebanyakan orang saat ini justru senang dengan “wisata kuliner”. Berlama-lama “menikmati” makanan bahkan ber-“selfie” dengan makanan tersebut lalu up-date status. Subhanallah. Mari kita perbaiki diri kita dan orang-orang terdekat di sekitar kita untuk terus melaksanakan Sunnah Rasulullah ﷺ yang nyata-nyata membawa manfaat bagi dunia dan akhirat.

 

Sumber:

https://wanitasalihah.com/3-posisi-duduk-yang-dianjurkan-ketika-makan/

https://muslimah.or.id/5532-adab-makan-dan-minum.html

https://brightside.me/articles/why-people-in-japan-sit-on-the-floor-to-eat-801355/

https://edition.cnn.com/2020/07/29/health/floor-sitting-benefits-wellness-partner/index.html

https://link.springer.com/article/10.1007/s40279-022-01649-4

https://www.nytimes.com/2022/08/04/well/move/walking-after-eating-blood-sugar.html