
Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Salam melarang kita meniup makanan atau minuman. Berikut ini alasannya.
Larangan Rasulullah ﷺ Meniup Makanan atau Minuman
Di dalam satu hadits Kitab Shahih, 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya dari Nabi ﷺ, beliau mensabdakan, “…dan jangan bernafas dalam gelas saat minum." (HR. Bukhari No. 153)
Imam An Nawawi mengatakan bahwa larangan bernafas di dalam gelas saat minum adalah adab. Nafas akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang dapat jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya. (Syarh Shahih Muslim, 3/160)
Ibnul Qayyim juga mengatakan bahwa meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulut orang yang meniup, sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika saat orang itu menderita bau mulut. (Zadul Ma’ad, 4/215).
Alasan Larangan Meniup Makanan atau Minuman secara Ilmiah
Secara ilmiah, alasan larangan meniup makanan atau minuman adalah sebagai berikut. Tubuh manusia mengandung berbagai muatan negatif seperti sampah bio-elektrik, suhu, sisa-sisa metabolisme, gas dan sebagainya. Tubuh harus mengeluarkan muatan negatif tersebut agar tidak berdampak pada kesehatan. Salah satu mekanisme yang dapat membantu mengeluarkan muatan negatif itu adalah proses pernapasan. Oleh karena itu, pernapasan adalah salah satu mekanisme yang menjaga keseimbangan bio-elektrik tubuh.
Saat kondisi tubuh mengandung lebih banyak muatan positif (proton), maka, proses pernapasan akan membuang kelebihan elektron. Contoh kondisi ini adalah saat otot berkotraksi. Saat otot berkontraksi akan terjadi penumpukan asam laktat yang mengandung lebih banyak muatan proton.
Bila kita meniup makanan atau minuman, akan terjadi perubahan profil struktur makanan atau minuman itu. Struktur air atau makanan yang mengandung air akan berubah lebih asam (megandung lebih banyak H2CO3, asam karbonat) sehingga akan berdampak pada kesehatan.
Secara filosofis, meniup makanan serta minuman sama artinya dengan kita menghembuskan keburukan yang seharusnya kita buang ke dalam makanan. Seolah kita mengonsumsi kembali sampah yang awalnya hendak kita buang.
Sumber:
https://konsultasisyariah.com/18256-adab-makan-dilarang-meniup-makanan-dan-minuman.html
Cara Hidup Sehat Islami, 2015, Tauhid Nur Azhar, Bandung Barat: Tasdiqiya Publisher