Pos Sehat Al Huda, Jl. Sukarajin I Kota Bandung
+6285798493023

Manfaat Minyak Zaitun bagi Kesehatan Jantung

Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/close-up-cup-olive-oil-green-olives_5486629.htm#query=olive%20oil%20and%20health&position=2&from_view=search&track=ais&uuid=0f8992ab-da53-402e-946b-b92b762c8a11">Freepik</a>
Image by Freepik

Artikel ini merangkum manfaat minyak zaitun bagi kesehatan berdasarkan penelitian kesehatan terbaru. Kami mengambil sumber penelitian dengan tingkat pembuktian ilmiah yang kuat, yaitu telaah sistematik (systematic review) dan analisis-meta (meta-analysis). Salah satunya adalah manfaat minyak zaitun bagi kesehatan jantung kita. Oleh karena itu, Biiznillah, kita dapat mengaplikasikannya bagi kesehatan jantung kita.

Zaitun, Pohon yang Diberkahi Allah ﷻ

Allah ﷻ memberkahi pohon dan buah zaitun, sebagaimana dalam Al-Quran, Allah Ta’ala berfirman:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api” (QS. An Nur: 35).

Allah Ta’ala juga bersumpah dengan zaitun:

Demi buah Tin dan buah Zaitun” (QS. At Tin: 1).

Nabi Muhammad ﷺ juga mensabdakan bahwa zaitun adalah pohon yang penuh keberkahan:

Jadikanlah Zaitun sebagai idam (makanan pendamping) dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkah” (HR. Ibnu Majah no.2698, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Pohon zaitun penuh keberkahan artinya pohon zaitun memberikan banyak kebaikan yang terus-menerus. Zaitun dapat kita makan, minyak rambut, atau cara lain yang manfaatnya kita ketahui, apalagi bagi kesehatan. MasyaaAllah!

Karakteristik Minyak Zaitun

Minyak zaitun mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA = mono un-saturated fatty acid) sebanyak 70-80%. Minyak zaitun juga mengandung lebih dari 200 komponen minor termasuk tokoferol, beta-karoten, fitosterol, flavonoid, dan komponen fenol yang bersifat hidrofilik (oleuropein, hidroksitirosol, tirosol, dan oleocanthal). Komponen fenol ini adalah komponen utama yang memiliki efek antioksidan sekaligus efek antiinflamasi (antiperadangan). Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) telah mengakui efek positif tersebut. Otoritas tersebut menyebutkan bahwa “konsumsi polifenol minyak zaitun dapat melindungi lemak darah dari kerusakan oksidatif” pada dosis hidroksitirosol sebesar 5 mg per hari. Selain itu, efek lain minyak zaitun adalah antiagregasi (perlengketan), antimikrobial (membunuh kuman), serta ikut serta pada proses metabolisme insulin-glukosa.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol tertinggi terdapat pada jenis minyak zaitun extra-virgin (EVOO). Minyak zaitun extra-virgin adalah minyak zaitun yang tidak mengalami pemrosesan lanjutan. Minyak zaitun ini mengalami pemerasan secara langsung (cold-pressed), berbeda dengan minyak zaitun biasa yang mengalami pemanasan untuk mengekstraksi minyak kemudian menempuh pemrosesan lanjutan (refined). Oleh karena itu, kita akan merasakan minyak zaitun extra-virgin lebih pahit, pedas, dan beraroma khas.

Manfaat bagi Kesehatan Jantung dan Kolesterol LDL

Proses yang menjadi mekanisme terjadinya penyakit jantung koroner adalah inflamasi pada dinding pembuluh darah di jantung. Salah satu faktor risikonya adalah tingginya kadar kolesterol LDL-teroksidasi (kolesterol jahat) di plasma darah. Minyak zaitun dapat menurunkan proses oksidasi melalui mekanisme menjaga komposisi makronutrien (DNA dan lipid) dari reaksi oksidasi atau karbonil, menurunkan peroksidasi lipid melalui pengikatan radikal superoksida, kapasitas antioksidan VOO lebih besar dibandingkan minyak refined (dengan pemrosesan). Selain itu, minyak zaitun meningkatkan kandungan fenol dan tokoferol partikel LDL. Keseluruhan proses ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk mendukung bukti tersebut, penanda laboratorium terhadap stres oksidatif menunjukkan kadar yang lebih rendah pada orang yang mengonsumsi minyak zaitun virgin baik pada penderita penyakit jantung maupun pada orang yang sehat.

Grafik hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun memiliki efek yang kuat menurunkan kolesterol LDL sekaligus melindungi jantung.
Grafik hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun memiliki efek yang kuat menurunkan kolesterol LDL sekaligus melindungi jantung.

Anjuran Pakai oleh Para Ahli

Untuk mencapai efek proteksi terhadap penyakit jantung, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi minyak zaitun extra-virgin sebanyak 20 - 30 gram per hari atau sekitar 1 - 2 sendok makan sekurang-kurangnya selama 3 bulan.

Manfaat Minyak Zaitun terhadap Penyakit Lainnya

Keberkahan minyak zaitun untuk kesehatan kita ternyata tidak terbatas pada kesehatan jantung, melainkan pada penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2 (kencing manis). InsyaAllah akan kita bahas di artikel berikutnya.

Sumber:

https://doi.org/10.1016/j.nut.2019.110559 

https://doi.org/10.1155/2020/6719301

https://doi.org/10.3390/nu15132916

https://doi.org/10.1016/j.clnu.2022.10.001

https://www.nature.com/articles/s41430-022-01221-3

https://doi.org/10.3389/fnut.2022.1041203

https://doi.org/10.1002/fsn3.3251

Gaya Hidup Sehat Islami – Pertemuan 1

Video ini adalah rekaman kajian offline Gaya Hidup Sehat Islami. Kami menyampaikan kajian tersebut pada hari Sabtu, 2 Desember 2023 Bada Subuh, di Masjid Al Huda.

Sekilas tentang Herbal (Pangan Fungsional)

Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/top-view-natural-medicinal-spices-herbs_11375834.htm#&position=0&from_view=user&uuid=bc1295a7-4f77-4df8-8352-787bc9aee21e">Freepik</a>
Image by Freepik

Pada artikel ini, akan kita membahas sekilas tentang herbal (pangan fungsional). Masyarakat awam mengenal tanaman yang berfungsi mengobati dengan istilah herbal. Berdasarkan KBBI, herbal adalah hal-hal yang berkaitan dengan herba. Sedangkan herba sendiri adalah tumbuhan yang daun, bunga, atau akarnya dapat digunakan untuk bumbu makanan, obat-obatan, atau parfum. Berdasarkan ilmu gizi, kita mengenal pula pangan (makanan) fungsional.

Firman Allah ﷺ

Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman di dalam QS Abasa ayat 29:

 “dan zaitun dan pohon kurma”

Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan tentang zaitun karena yang memiliki manfaat antara lain kita dapat memanfaatkannya selain sebagai makanan buah, juga dapat kita manfaatkan sebagai minyak dan obat. Kemudian Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan pohon kurma karena kurma bisa menjadi makanan pokok, juga bisa menjadi buah-buahan. kita juga dapat menyimpan kurma sebagai makanan pokok.

Allah telah menganugerahkan kepada kita berbagai macam pengobatan alamiah yang terkandung di dalam makanan.

Pengertian pangan fungsional

Pangan fungsional adalah substansi makanan atau bagian makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan, baik mengobati maupun mencegah penyakit. Beragam jenis pangan fungsional mulai dari zat makanan terisolasi, suplemen makanan, jenis diet spesifik, sampai dengan modifikasi genetik makanan yang (GMO) termasuk juga produk-produk herbal.

Berdasarkan asalnya, pangan fungsional dapat berasal dari alam maupun formulasi.

Berdasarkan sumbernya, pangan fungsional dapat bersumber dari tumbuhan (fitokemikal), hewan (zookemikal), alga, jamur dan mikroorganisme.

Fitokemikal adalah komponen bioaktif dari tumbuhan yang bersifat non-nutrisi dan memiliki manfaat mencegah penyakit. Beberapa sifat fitokemikal:

    • Non-nutritif
    • Peneliti mengetahui lebih dari 1000 fitokemikal
    • Tumbuhan memproduksi komponen ini sebagai proteksi tetapi studi menunjukkan komponen tersebut dapat memprotek manusia dari penyakit.
    • Komponen ini adalah zat nutrisi non-esensial, tubuh manusia tidak membutuhkannya untuk mempertahankan hidup.

 

Contoh-contoh Pangan Fungsional

Contoh pangan fungsional fitokemikal yang sering kita ketahui antara lain:

Polifenol (flavonoid, isoflavonoid)  yang terdapat pada buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan, antosianidin yang terdapat pada buah beri, anggur, dan jeruk, fitoestrogen yang terdapat pada legume, buah beri, kacang tanah, terpenoid pada jamur, karotenoid pada wortel, tomat, sayuran daun-daunan, limonoid pada jeruk, fitosterol pada kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian, glukosinolat pada sayuran kembang kol dan sejenisnya, serta jenis-jenis serat (fiber).

Manfaat Pangan Fungsional bagi Kesehatan

Berbagai manfaat kesehatan pangan fungsional tersebut bagi kesehatan antara lain: melindungi dari berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, infeksi dan inflamasi, osteoporosis, dan lainnya.

Pada tulisan-tulisan berikutnya akan kita bahas berbagai jenis herbal (pangan fungsional) yang dikenal masyarakat Indonesia. Biiznillah.

Sumber:

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/herbal

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/herba

https://firanda.com/tafsir-surat-abasa-tafsir-juz-amma/

https://doi.org/10.1016/B978-0-12-818593-3.00011-7