
Banyak peneliti telah membuktikan banyaknya manfaat konsumsi bawang putih bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satunya adalah manfaat bawang putih untuk kesehatan jantung kita.
Bawang putih di dalam Al Quran dan Hadits
Al Quran menyebutkan mengenai bawang putih di dalam QS. Al Baqarah: 61.
وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. …"
Di dalam buku Pola Makan Rasulullah ﷺ karangan Prof. DR. Abdul Basith Muhammad, terjemahan terbitan Almahira cetakan ke-7, hlm188, terdapat hadits riwayat Imam As-Suyuthi di dalam Jami’ul Jawami (I/8) “Makanlah bawang putih dan berobatlah dengannya, karena di dalamnya terkandung obat untuk 70 penyakit.”
Kandungan Aktif Bawang Putih

Bawang putih mengandung komponen organosulfat seperti alisin, alil sulfida, N-asetilsistein, dan S-alilsistein. Tubuh kita lebih mudah mencerna komponen organosulfat pada bawang mentah ketimbang bawang yang telah melalui pemasakan. Selain itu, bawang putih juga mengandung substansi peptida, streoid, terpenoid, flavonoid, saponin, dan fenol.
Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan
Banyak penelitian menyebutkan manfaat bawang putih bagi kesehatan, di antaranya khasiat: antidiabetes, antibakterial, antivira, anti-jamur, anti-cacing, anti-oksidan, dan anti-kanker.
Selain itu, penelitian meta-analisis (penelitian dengan bukti terkuat) menunjukkan bawang putih juga berhubungan dengan penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol pada pasien hipertensi sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Anti-kolesterol
Kolesterol LDL-teroksidasi yang terakumulasi di endotel pembuluh darah berhubungan dengan formasi plak aterosklerosis meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung. Oksidasi kolesterol LDL dapat terjadi melalui radikal bebas yang terdapat pada makanan seperti trans-fat, makanan tinggi lemak jenuh (deep-fried), makanan dan minuman manis yang mengakibatkan gula darah tinggi, serta kebiasaan merokok.
Di dalam penelitian uji-klinik (pada manusia), konsumsi minyak bawang putih (15 gr setara dengan 30 gr umbi pada BB 61 kg) dapat menurunkan kadar kolesterol darah sebesar 4-18% pada orang dengan hiperkolesterolemia sedang.
Anti-agregasi platelet (anti-penyumbatan pembuluh darah)
Bawang putih menujukkan penurunan aktivitas siklo-oksigenase (COX) dan produksi tromboksan A2 menghasilkan aksi anti-agregasi platelet, baik secara in-vitro maupun in-vivo. Aktivitas anti-agregasi platelet ini dapat mencegah terbentuknya plak aterosklerosis di dinding pembuluh darah.
Anti-hipertensi
Senyawa aktif bawang putih yang memengaruhi kontraksi otot jantung dan otot polos pembuluh darah adalah komponen ajoene. Komponen ajoene menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos pembuluh darah mengakibatkan relaksasi dinding pembuluh darah menjadi lebar. Selain itu, senyawa di dalam bawang putih dapat mengaktifkan nitrit oksida (NO)-sintase. Bawang putih juga menyebabkan hipotensi melalui mekanisme kolinergik. Mekanisme-mekanisme di atas mengakibatkan tekanan darah turun.
Dalam konteks penyakit jantung, setiap penurunan tekanan darah sebesar 10 mmHg dapat menurunkan risiko dan mortalitas penyakit jantung sebesar 13%. Bahkan, penurunan tekanan darah sistolik sebesar 2 mmHg dapat menurunkan risiko mortalitas akibat penyakit jantung sebesar 7%
Oleh karena itu, bawang putih memiliki potensi melindungi jantung melalui beberapa aktivitas. Di antaranya, bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol yang sedikit meninggi, serta meningkatkan sistem imunitas yang secara langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kita dapat mempertimbangkan bawang putih untuk kesehatan jantung kita sebagai terapi komplementer bagi standar pengobatan penyakit jantung yang telah ada, termasuk herbal minyak zaitun.
Dosis Penggunaan Bawang Putih
Peneliti menyarankan dosis aturan pakai bawang putih yang memiliki efek adalah sekurangnya 800 mg bawang putih bubuk per hari (1/4 sendok teh).
Larangan Konsumsi Bawang ketika akan Sholat Berjamaah
“Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim 564)
Pemahaman yang benar, hadits ini tidaklah menunjukkan bahwa makan bawang hukumnya terlarang apalagi haram. Namun, hadits ini menunjukkan bahwa orang yang makan bawang, boleh tidak hadir dalam shalat berjamaah sampai dia menghilangkan pengaruh bau mulutnya oleh memakan bawang. Salah satu caranya adalah mengonsumsi bawang sediaan bubuk, minyak, bahkan pemanasan atau jus.
Sumber:
- Pola Makan Rasulullah ﷺ: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al Quran dan AsSunnah, Abdul Basith Muhmmad as-Sayyid; penerjemah: M. Abdul Ghoffar, editor: M. Yasir Abdul Muthalib, cetakan 7; Jakarta: Almahira, 2014
- Metode Pengobatan Nabi ﷺ (Ath-Thib An-Nabawi), Ibnu Qayyim Al Jauziyah; penerjemah: Abu Umar Basyier, cetakan 22; Jakarta Timur: Griya Ilmu, 2017
- https://tafsirweb.com/370-surat-al-baqarah-ayat-61.html
- Rido Mulawarman, Journal of Hypertension Vol 39, e-Supplement 2, May 2021. Garlic effect on reduce blood pressure and cholesterol in patients with and without hypertension: A systematic review and meta-analysis of RCTs Tesfaye, Azene, Revealing the Therapeutic Uses of Garlic (Allium sativum) and Its Potential for Drug Discovery, The Scientific World Journal, 2021, 8817288, 7 pages, 2021; https://doi.org/10.1155/2021/8817288
- Rahmadi, Agus; dkk. Integrative Medicine (Medicoherboprophetic science analyzes) Jilid 1: Hypertension. 2024. Lembaga Kajian Dialektika: Tangerang Selatan.
- https://konsultasisyariah.com/31243-makan-bawang-itu-haram.html
- Ried, K., 2019. Garlic lowers blood pressure in hypertensive subjects, improves arterial stiffness and gut microbiota: A review and meta-analysis. Experimental and Therapeutic Medicine.. https://doi.org/10.3892/etm.2019.8374












