Pos Sehat Al Huda, Jl. Sukarajin I Kota Bandung
+6285798493023

Bawang Putih untuk Kesehatan Jantung

<a href="https://www.freepik.com/free-vector/garlic-cartoon-style-isolated_37409150.htm#fromView=search&page=1&position=0&uuid=330d9a5e-acf2-4c0b-89b0-60202c337bbc">Image by brgfx on Freepik</a>
Garlic in cartoon style isolated illustration

Banyak peneliti telah membuktikan banyaknya manfaat konsumsi bawang putih bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satunya adalah manfaat bawang putih untuk kesehatan jantung kita.

Bawang putih di dalam Al Quran dan Hadits

Al Quran menyebutkan mengenai bawang putih di dalam QS. Al Baqarah: 61.

وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. …"

Di dalam buku Pola Makan Rasulullah ﷺ karangan Prof. DR. Abdul Basith Muhammad, terjemahan terbitan Almahira cetakan ke-7, hlm188, terdapat hadits riwayat Imam As-Suyuthi di dalam Jami’ul Jawami (I/8) “Makanlah bawang putih dan berobatlah dengannya, karena di dalamnya terkandung obat untuk 70 penyakit.”

Kandungan Aktif Bawang Putih

Komposisi nutrien yang terkandung di dalam bawang putih (Allium sativum)

Bawang putih mengandung komponen organosulfat seperti alisin, alil sulfida, N-asetilsistein, dan S-alilsistein. Tubuh kita lebih mudah mencerna komponen organosulfat pada bawang mentah ketimbang bawang yang telah melalui pemasakan. Selain itu, bawang putih juga mengandung substansi peptida, streoid, terpenoid, flavonoid, saponin, dan fenol.

Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan

Banyak penelitian menyebutkan manfaat bawang putih bagi kesehatan, di antaranya khasiat: antidiabetes, antibakterial, antivira, anti-jamur, anti-cacing, anti-oksidan, dan anti-kanker.

Selain itu, penelitian meta-analisis (penelitian dengan bukti terkuat) menunjukkan bawang putih juga berhubungan dengan penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol pada pasien hipertensi sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Anti-kolesterol

Kolesterol LDL-teroksidasi yang terakumulasi di endotel pembuluh darah berhubungan dengan formasi plak aterosklerosis meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung. Oksidasi kolesterol LDL dapat terjadi melalui radikal bebas yang terdapat pada makanan seperti trans-fat, makanan tinggi lemak jenuh (deep-fried), makanan dan minuman manis yang mengakibatkan gula darah tinggi, serta kebiasaan merokok.

Di dalam penelitian uji-klinik (pada manusia), konsumsi minyak bawang putih (15 gr setara dengan 30 gr umbi pada BB 61 kg) dapat menurunkan kadar kolesterol darah sebesar 4-18% pada orang dengan hiperkolesterolemia sedang.

Anti-agregasi platelet (anti-penyumbatan pembuluh darah)

Bawang putih menujukkan penurunan aktivitas siklo-oksigenase (COX) dan produksi tromboksan A2 menghasilkan aksi anti-agregasi platelet, baik secara in-vitro maupun in-vivo. Aktivitas anti-agregasi platelet ini dapat mencegah terbentuknya plak aterosklerosis di dinding pembuluh darah.

Anti-hipertensi

Senyawa aktif bawang putih yang memengaruhi kontraksi otot jantung dan otot polos pembuluh darah adalah komponen ajoene. Komponen ajoene menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos pembuluh darah mengakibatkan relaksasi dinding pembuluh darah menjadi lebar. Selain itu, senyawa di dalam bawang putih dapat mengaktifkan nitrit oksida (NO)-sintase. Bawang putih juga menyebabkan hipotensi melalui mekanisme kolinergik. Mekanisme-mekanisme di atas mengakibatkan tekanan darah turun.

Dalam konteks penyakit jantung, setiap penurunan tekanan darah sebesar 10 mmHg dapat menurunkan risiko dan mortalitas penyakit jantung sebesar 13%. Bahkan, penurunan tekanan darah sistolik sebesar 2 mmHg dapat menurunkan risiko mortalitas akibat penyakit jantung sebesar 7%

Oleh karena itu, bawang putih memiliki potensi melindungi jantung melalui beberapa aktivitas. Di antaranya, bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol yang sedikit meninggi, serta meningkatkan sistem imunitas yang secara langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kita dapat mempertimbangkan bawang putih untuk kesehatan jantung kita sebagai terapi komplementer bagi standar pengobatan penyakit jantung yang telah ada, termasuk herbal minyak zaitun.

Dosis Penggunaan Bawang Putih

Peneliti menyarankan dosis aturan pakai bawang putih yang memiliki efek adalah sekurangnya 800 mg bawang putih bubuk per hari (1/4 sendok teh).

Larangan Konsumsi Bawang ketika akan Sholat Berjamaah

Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim 564)

Pemahaman yang benar, hadits ini tidaklah menunjukkan bahwa makan bawang hukumnya terlarang apalagi haram. Namun, hadits ini menunjukkan bahwa orang yang makan bawang, boleh tidak hadir dalam shalat berjamaah sampai dia menghilangkan pengaruh bau mulutnya oleh memakan bawang. Salah satu caranya adalah mengonsumsi bawang sediaan bubuk, minyak, bahkan pemanasan atau jus.

Sumber:

    1. Pola Makan Rasulullah ﷺ: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al Quran dan AsSunnah, Abdul Basith Muhmmad as-Sayyid; penerjemah: M. Abdul Ghoffar, editor: M. Yasir Abdul Muthalib, cetakan 7; Jakarta: Almahira, 2014
    2. Metode Pengobatan Nabi ﷺ (Ath-Thib An-Nabawi), Ibnu Qayyim Al Jauziyah; penerjemah: Abu Umar Basyier, cetakan 22; Jakarta Timur: Griya Ilmu, 2017
    3. https://tafsirweb.com/370-surat-al-baqarah-ayat-61.html
    4. Rido Mulawarman, Journal of Hypertension Vol 39, e-Supplement 2, May 2021. Garlic effect on reduce blood pressure and cholesterol in patients with and without hypertension: A systematic review and meta-analysis of RCTs Tesfaye, Azene, Revealing the Therapeutic Uses of Garlic (Allium sativum) and Its Potential for Drug Discovery, The Scientific World Journal, 2021, 8817288, 7 pages, 2021; https://doi.org/10.1155/2021/8817288
    5. Rahmadi, Agus; dkk. Integrative Medicine (Medicoherboprophetic science analyzes) Jilid 1: Hypertension. 2024. Lembaga Kajian Dialektika: Tangerang Selatan.
    6. https://konsultasisyariah.com/31243-makan-bawang-itu-haram.html
    7. Ried, K., 2019. Garlic lowers blood pressure in hypertensive subjects, improves arterial stiffness and gut microbiota: A review and meta-analysis. Experimental and Therapeutic Medicine.. https://doi.org/10.3892/etm.2019.8374

Madu, Minuman Penduduk Surga yang Beberkah

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/honey-wooden-table_6948339.htm#fromView=search&page=2&position=52&uuid=b0cc5507-f4f7-465f-bbb6-e2a9fccd389f">Image by Racool_studio on Freepik</a>

Image by Racool_studio on Freepik

Pada tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai madu. Madu adalah minuman para penduduk surga kelak. Di dunia ini, madu memiliki khasiat kesehatan bagi manusia. Oleh karena itu, madu adalah minuman penduduk surga yang beberkah bagi kita.

Allah ﷻ dan Nabi ﷺ Menyatakan Madu adalah Obat

“…Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An Nahl: 69)

Nabi ﷺ juga bersabda:

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : Dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)” HR Al-Bukhari no. 5681

Oleh karena Allah ﷻ dan Nabi-Nya ﷺ yang langsung menjamin madu sebagai obat, maka, kita sebagai Muslimin wajib mempercayainya.

Kandungan Madu

Sebagian besar komposisi madu terdiri dari gula (80-85%), air (15-17%), dan protein (0,1-0,4%). Selain itu, madu mengandung berbagai enzim, asam organik, vitamin, mineral, dan komponen fenol. Warna madu yang beraneka ragam tergantung pada kandungan komponen fenol dan mineralnya. Oleh karena itu, madu termasuk ke dalam golongan pangan fungsional. Berdasarkan sumber tanamannya, para ahli menggolongkan madu menjadi monofloral dan multifloral.

Kandungan komponen fenol yang berkhasiat di dalam madu
Kandungan komponen fenol yang berkhasiat di dalam madu

Khasiat Madu bagi Kesehatan

Sebuah artikel ilmiah menyebutkan madu berkhasiat dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan metabolik, memperbaiki toleransi glukosa darah, radang mukosa akibat kemoterapi (mucositis), batuk anak, serta penyembuhan luka.

Dosis Konsumsi Madu yang Membawa Manfaat

Dosis yang efektif dan menunjukkan manfaat kesehatan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kolesterol pada orang yang sehat adalah sebanyak 70 gr per hari (2-3 sendok makan per hari). Sedangkan bagi penyandang diabetes adalah 20 gr per hari (1 sendok makan per hari). Penelitian tersebut juga menyebutkan dosis rata-rata yang cukup berkhasiat bagi kesehatan adalah 40 ± 30 gr per hari atau sekitar 1,3 ± gr/kgBB/hari dan untuk penggunaan luar (kulit) adalah 12,5 ± 10 gr selama 8 pekan. Bila kita mengonsumsi madu sebagai pengganti gula pemanis dengan madu yang direkomendasikan ahli, serta dalam batas pola makan yang sehat, Biiznillah, kita dapat merasakan khasiatnya.

Jenis Madu yang Direkomendasikan para Ahli

Adapun para ahli merekomendasikan madu dari jenis semanggi (clover), timi (jenis mint), teh-tehan, bunga-bungaan, eukaliptus, Lavender, dan Manuka yang belum melalui pemrosesan alias mentah.

MasyaaAllah!

Sumber lainnya:

    1. https://www.healthline.com/nutrition/is-honey-good-for-you#bottom-line
 

Manfaat Kunyit bagi Kesehatan

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/turmeric-powder_1326905.htm#query=turmeric&position=1&from_view=search&track=sph&uuid=6dc8e556-6a22-4d73-b7d4-52381b06ea21">Image by jigsawstocker</a> on Freepik
Image by jigsawstocker on Freepik

Selanjutnya, kita akan sama-sama membahas manfaat kunyit bagi kesehatan manusia. Salah satu artikel ilmiah terbaru menyebutkan bahwa kunyit memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Artikel ilmiah tersebut menunjukkan bukti ilmiah medis (Evidence Based Medicine) yang cukup kuat. Biiznillah kita dapat mengonsumsinya tanpa ragu.

Apakah Al Quran Menyebutkan Kunyit?

Al Quran memang tidak menyebutkan secara langsung tentang kunyit, tetapi, kunyit (Curcuma longa) berasal dari famili jahe-jahean (Zingiberaceae), masih satu keluarga dengan jahe, kencur, dan lengkuas.

Allah ﷻ berfirman di dalam QS Al Insan : 17

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا

"Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe."

Dalam bahasa kita, زَنْجَبِيلًا adalah jahe. Namun, kita tidak mengetahui seperti apa zanjabil di surga. Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan di dalam tafsirnya: “Terkadang minuman mereka (penghuni surga, penulis.) diberi campuran kafur yang sejuk (dingin), dan terkadang diberi campuran dengan jahe yang hangat, sehingga rasanya beragam. Orang-orang yang bertakwa dari kalangan ahli surga diberi minuman yang adakalanya dicampur dengan kafur, adakalanya pula dicampur dengan jahe.”

Allah memberikan minuman kepada penduduk surga dengan minuman yang beragam, yaitu ada yang bercampur dengan dingin dan ada pula yang bercampur dengan kehangatan.

Kandungan Kunyit yang Luar Biasa

Allah ﷻ menyebutkan (famili) jahe di dalam Al Quran pada ayat di atas agar kita dapat mengambil hikmahnya. Kunyit mengandung 80-90% air, 13% karbohidrat, 2% protein, sisanya adalah mineral, lemak, serta komponen fitokimia. Komponen fitokimia yang penting dari kunyit adalah kurkuminoid. Peneliti menemukan lebih dari 50 kurkuminoid. Salah satu kurkuminoid yang menjadi komponen penting pada kunyit adalah kurkumin. Kunyit mengandung 3-8% kurkumin. Tiga gram kunyit bubuk mengandung 30-90 mg kurkumin. Kurkumin dan komponen fitokimia lainnya inilah yang memiliki peran pada kesehatan tubuh manusia.

Mekanisme yang berperan pada proses terjadinya penyakit kronis adalah melalui stres oksidasi dan inflamasi. Kurkumin menunjukkan aktivitas anti-oksidan dengan cara memulung radikal bebas. Kurkumin juga memiliki aktivitas anti-inflamasi melalui berbagai mekanisme sehingga manfaat kunyit bagi kesehatan adalah berdasarkan aktivitas tadi.

Berbagai Manfaat Kunyit bagi Kesehatan

Kurkumin untuk Diabetes dan Kolesterol

Kurkumin menurunkan kadar gula darah puasa dan HbA1C pada diabetesi, orang pre-diabetes dan sindrom metabolik secara signifikan. Semakin tinggi dosisnya akan semakin menguatkan responnya.

Kurkumin dapat menurunkan kadar gula dan insulin darah sehingga memperbaiki kondisi resistensi insulin. Kurkumin juga dapat melawan berbagai substansi pro-inflamasi sekaligus meningkatkan substansi anti-inflamasi yang berhubungan dengan metabolisme gula darah pada diabetesi.

Sebuah artikel telaah sistematik dan analisis-meta terbaru menunjukkan kurkumin memperbaiki kadar trigliserida, kolesterol, LDL dan HDL pada diebetesi. Asupan kunyit sebanyak 2,3 gr per hari atau 600 mg kurkumin dapat menurunkan kadar kolesterol sejumlah sedang sampai besar dengan tingkat bukti yang kuat.

Kurkumin untuk Radang Lambung (Maag)

Kurkumin terbukti dapat menghambat komponen penyebab inflamasi sekaligus mencegah terjadinya kerusakan oksidasi pada lapisan lambung oleh Reactive Oxygen Spesies (ROS), suatu senyawa oksidan. Dosis 200 mg/Kg kurkumin sudah cukup untuk memberikan hasil yang baik terhadap peradangan lambung.

Kurkumin untuk Rematik Lutut (Osteoartiritis)

Di dalam suatu artikel ilmiah, peran kurkumin mengurangi kekakuan dan nyeri serta meningkatkan fungsi lutut terbukti cukup baik. Suatu telaah sistematik dari 1.670 pasien, menunjukkan konsumsu kurkumun tersebut tidak lebih jelek daripada obat anti-nyeri standar. Di sisi lain, efek samping kurkumin pun relatif tidak ada. Oleh karena itu, kita dapat mengonsumsi kunyit sebagai tambahan pengobatan nyeri pada rematik lutut.

Dosis Konsumsi Kunyit

Untuk mendapatkan manfaat kunyit bagi kesehatan manusia, para peneliti menganjurkan mengonsumsi kunyit dalam bentuk bubuk sebanyak 1/4 sendok teh setiap hari. Selain itu, penelitia juga menganjurkan menambahkan bubuk lada hitam sebanyak 1/4 sendok teh agar penyerapan senyawa kurkumin di dalam kunyit dapat optimal. Selamat mencoba!

Sumber:

El-Saadony MT. Impacts of turmeric and its principal bioactive curcumin on human health: Pharmaceutical, medicinal, and food applications: A comprehensive review. Front Nutr. 2023 Jan 10;9:1040259.

https://bekalislam.firanda.net/8841-tafsir-surat-al-insan-ayat-17.html

https://muslimkecil.com/wp-content/uploads/2023/11/Jahe.pdf

https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/2069/1515

Vivien Rolfe, et al. Turmeric / curcumin and health outcomes: A meta-review of systematic reviews, European Journal of Integrative Medicine, Volume 40, 2020, 101252, ISSN 1876-3820.

Feng J, et al. Efficacy and safety of curcuminoids alone in alleviating pain and dysfunction for knee osteoarthritis: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. BMC Complement Med Ther. 2022 Oct 19;22(1):276.

Manfaat Minyak Zaitun bagi Diabetes

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/olives-bottle-olive-oil-wooden-background_21451965.htm#query=olive%20oil&position=16&from_view=search&track=ais&uuid=fbd1373c-ce86-4f9d-bd86-3270e30ee5e0">Image by fabrikasimf</a> on Freepik
Image by fabrikasimf on Freepik

Pada artikel ini, kita akan membahas manfaat minyak zaitun bagi diabetes. Kami mengambil sumber literatur terbaru dengan derajat ilmiah yang cukup kuat. Konsumsi  rutin minyak zaitun dapat membantu sebagai suplemen pada orang dengan diabetes. Namun, tidak lupa, kita harus menjaga pola makan, pola olah raga, serta mengonsumsi obat secara teratur.

Bukti ilmiah konsumsi minyak zaitun terhadap kendali gula darah

Suatu artikel ilmiah menyebutkan bahwa diebetesi yang rutin mengonsumsi ekstra virgin olive oil (EVOO) kadar gula puasa dan insulin darahnya dapat menurun. Penelitian tersebut membandingkan EVOO dengan minyak kedelai. Sedangkan pada suatu penelitian besar yang bernama PREDIMED, baik kadar glukosa puasa, insulin puasa, maupun perhitungan HOMA (rumus penanda resistensi insulin) seluruhnya lebih rendah pada orang yang mengonsumsi EVOO daripada kelompok dengan diet rendah lemak biasa.

Telaah sistemik dan analisis-meta lainnya juga menyediakan bukti yang mendukung EVOO terhadap menurunnya risiko DMT2 serta membaiknya parameter kontrol gula darah. Berdasarkan data dari 33 studi yang melibatkan 2020 subyek penelitian, konsumsi EVOO menurunkan signifikan insulin puasa dan perhitungan HOMA namun tidak kadar gula darah puasa.

Di dalam suatu penelitian lain lagi, menunjukkan konsumsi EVOO 25 gr per hari berhubungan dengan menurunnya 22% risiko relatif terkena DMT2. Semakin tinggi konsumsi EVOO maka semakin rendah risiko terkena penyakit DMT2. Pada analisis-meta menunjukkan setiap peningkatan 10 gr EVOO per hari berhubungan dengan 9% penurunan  risiko terkena DMT2. Risiko tersebut dapat terus menurun sebesar 13% mengiringi konsumsi EVOO sebesar 15-20 gr per hari.

Intervensi EVOO secara signifikan menurunkan kadar HbA1C daripada kelompok kontrol. Selain itu, kadar gula puasa juga menurun signifikan pada konsumsi EVOO dari pada konsumsi PUFA dan minyak ikan.

Bukti-bukti  penelitian tersebut di atas menunjukkan konsumsi EVOO secara teratur dapat menurunkan risiko DMT2 maupun kendali gula darah yang baik pada orang dengan DM tanpa efek berbahaya pada konsumsi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, EVOO adalah minyak nabati yang sangat baik pada pola gizi seimbang.

Mekanisme Kerja Minyak Zaitun pada gula darah

Mekanisme EVOO dalam menurukan risiko sindroma metabolik dan DMT2 berhubungan dengan efeknya pada gula darah puasa dan insulin. EVOO dapat meningkatkan transpor glukosa yang terstimulasi insulin di dalam sel lemak sehingga dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Konsumsi EVOO berhubungan dengan menurunnya risiko terkena DMT2 serta membaiknya metabolisme glukosa. EVOO mengandung komponen yang tidak terkandung pada minyak nabati lainnya, khususnya yang menunjukkan efek kesehatan seperti oleuropein yang memiliki kapasitas resisten terhadap oksidasi.

Polifenol EVOO mempengaruhi metabolisme glukosa dengan cara menghambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat, menurunkan pelepasan glukosa dari lver atau menstimulasi ambilan glukosa dari jaringan tepi serpti otot. Melalui komponen antioksidannya, EVOO dapat mengurangi produksi advanced glycosylated end-products such as HbA1c. Suatu penelitian PREDIMED menununjukkan hubungan terbalik antara ekskresi polifenol dan kadar gula darah puasa yang berarti semakin banyak pembuangan polifenol semakin rendah kadar gula darah puasa. Asam oleat adalah salah satu komponen utama MUFA. Menurunnya kadar gula darah puasa berhubungan signifikan dengan konsumsi diet tinggi MUFA ketimbang diet tinggi PUFA atau tinggi karbohidrat.

Aksi potensialnya adalah reduksi glisemik load ketika menggantikan karbohidrat dengan MUFA dan menurunnya sekresi insulin serta meningkatknya sensitivitas insulin menjelaskan benefit MUFA pada kontrol gula darah.

Berapa dosis mengonsumsi Minyak Zaitun pada penyandang diabetes

Manfaat minyak zaitun pada diabetes yaitu dengan konsumsi sekurangnya 2 sendok makan EVOO per hari selama 2 pekan. Selain itu, mengatur pola makan dengan suplementasi EVOO juga jauh lebih bermanfaat ketimbang suplementasi minyak jenis lainnya. Konsumsi EVOO sekurangnya 2 sendok makan sehari selama 3 minggu dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Di negeri mediterania, masyarakat menggunakan EVOO untuk memasak sehingga dapat meningkatkan kapasitas antioksidan ke dalam makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, juga dapat meningkatkan citarasa masakannya.

Sumber Literatur:

Flynn, M.M.; Tierney, A.; Itsiopoulos, C. Is Extra Virgin OliveOil the Critical Ingredient Driving the Health Benefits of a Mediterranean Diet? A Narrative Review. Nutrients: 2023, 15, 2916.

Schwingshackl L, Lampousi AM, Portillo MP, Romaguera D, Hoffmann G, Boeing H. Olive oil in the prevention and management of type 2 diabetes mellitus: a systematic review and meta-analysis of cohort studies and intervention trials. Nutr Diabetes. 2017 Apr 10;7(4):e262.

Morvaridzadeh M, et al. Effect of Extra Virgin Olive Oil on Anthropometric Indices, Inflammatory and Cardiometabolic Markers: a Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Clinical Trials. J Nutr. 2024 Jan;154(1):95-120.

Miguel A. Martínez-González. Et al. Effect of olive oil consumption on cardiovascular disease, cancer, type 2 diabetes, and all-cause mortality: A systematic review and meta-analysis, Clinical Nutrition, Volume 41, Issue 12, 2022.

  

Manfaat Minyak Zaitun bagi Kesehatan Jantung

Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/close-up-cup-olive-oil-green-olives_5486629.htm#query=olive%20oil%20and%20health&position=2&from_view=search&track=ais&uuid=0f8992ab-da53-402e-946b-b92b762c8a11">Freepik</a>
Image by Freepik

Artikel ini merangkum manfaat minyak zaitun bagi kesehatan berdasarkan penelitian kesehatan terbaru. Kami mengambil sumber penelitian dengan tingkat pembuktian ilmiah yang kuat, yaitu telaah sistematik (systematic review) dan analisis-meta (meta-analysis). Salah satunya adalah manfaat minyak zaitun bagi kesehatan jantung kita. Oleh karena itu, Biiznillah, kita dapat mengaplikasikannya bagi kesehatan jantung kita.

Zaitun, Pohon yang Diberkahi Allah ﷻ

Allah ﷻ memberkahi pohon dan buah zaitun, sebagaimana dalam Al-Quran, Allah Ta’ala berfirman:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api” (QS. An Nur: 35).

Allah Ta’ala juga bersumpah dengan zaitun:

Demi buah Tin dan buah Zaitun” (QS. At Tin: 1).

Nabi Muhammad ﷺ juga mensabdakan bahwa zaitun adalah pohon yang penuh keberkahan:

Jadikanlah Zaitun sebagai idam (makanan pendamping) dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkah” (HR. Ibnu Majah no.2698, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Pohon zaitun penuh keberkahan artinya pohon zaitun memberikan banyak kebaikan yang terus-menerus. Zaitun dapat kita makan, minyak rambut, atau cara lain yang manfaatnya kita ketahui, apalagi bagi kesehatan. MasyaaAllah!

Karakteristik Minyak Zaitun

Minyak zaitun mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA = mono un-saturated fatty acid) sebanyak 70-80%. Minyak zaitun juga mengandung lebih dari 200 komponen minor termasuk tokoferol, beta-karoten, fitosterol, flavonoid, dan komponen fenol yang bersifat hidrofilik (oleuropein, hidroksitirosol, tirosol, dan oleocanthal). Komponen fenol ini adalah komponen utama yang memiliki efek antioksidan sekaligus efek antiinflamasi (antiperadangan). Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) telah mengakui efek positif tersebut. Otoritas tersebut menyebutkan bahwa “konsumsi polifenol minyak zaitun dapat melindungi lemak darah dari kerusakan oksidatif” pada dosis hidroksitirosol sebesar 5 mg per hari. Selain itu, efek lain minyak zaitun adalah antiagregasi (perlengketan), antimikrobial (membunuh kuman), serta ikut serta pada proses metabolisme insulin-glukosa.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol tertinggi terdapat pada jenis minyak zaitun extra-virgin (EVOO). Minyak zaitun extra-virgin adalah minyak zaitun yang tidak mengalami pemrosesan lanjutan. Minyak zaitun ini mengalami pemerasan secara langsung (cold-pressed), berbeda dengan minyak zaitun biasa yang mengalami pemanasan untuk mengekstraksi minyak kemudian menempuh pemrosesan lanjutan (refined). Oleh karena itu, kita akan merasakan minyak zaitun extra-virgin lebih pahit, pedas, dan beraroma khas.

Manfaat bagi Kesehatan Jantung dan Kolesterol LDL

Proses yang menjadi mekanisme terjadinya penyakit jantung koroner adalah inflamasi pada dinding pembuluh darah di jantung. Salah satu faktor risikonya adalah tingginya kadar kolesterol LDL-teroksidasi (kolesterol jahat) di plasma darah. Minyak zaitun dapat menurunkan proses oksidasi melalui mekanisme menjaga komposisi makronutrien (DNA dan lipid) dari reaksi oksidasi atau karbonil, menurunkan peroksidasi lipid melalui pengikatan radikal superoksida, kapasitas antioksidan VOO lebih besar dibandingkan minyak refined (dengan pemrosesan). Selain itu, minyak zaitun meningkatkan kandungan fenol dan tokoferol partikel LDL. Keseluruhan proses ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk mendukung bukti tersebut, penanda laboratorium terhadap stres oksidatif menunjukkan kadar yang lebih rendah pada orang yang mengonsumsi minyak zaitun virgin baik pada penderita penyakit jantung maupun pada orang yang sehat.

Grafik hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun memiliki efek yang kuat menurunkan kolesterol LDL sekaligus melindungi jantung.
Grafik hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun memiliki efek yang kuat menurunkan kolesterol LDL sekaligus melindungi jantung.

Anjuran Pakai oleh Para Ahli

Untuk mencapai efek proteksi terhadap penyakit jantung, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi minyak zaitun extra-virgin sebanyak 20 - 30 gram per hari atau sekitar 1 - 2 sendok makan sekurang-kurangnya selama 3 bulan.

Manfaat Minyak Zaitun terhadap Penyakit Lainnya

Keberkahan minyak zaitun untuk kesehatan kita ternyata tidak terbatas pada kesehatan jantung, melainkan pada penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2 (kencing manis). InsyaAllah akan kita bahas di artikel berikutnya.

Sumber:

https://doi.org/10.1016/j.nut.2019.110559 

https://doi.org/10.1155/2020/6719301

https://doi.org/10.3390/nu15132916

https://doi.org/10.1016/j.clnu.2022.10.001

https://www.nature.com/articles/s41430-022-01221-3

https://doi.org/10.3389/fnut.2022.1041203

https://doi.org/10.1002/fsn3.3251

Gaya Hidup Sehat Islami – Pertemuan 1

Video ini adalah rekaman kajian offline Gaya Hidup Sehat Islami. Kami menyampaikan kajian tersebut pada hari Sabtu, 2 Desember 2023 Bada Subuh, di Masjid Al Huda.

Sekilas tentang Herbal (Pangan Fungsional)

Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/top-view-natural-medicinal-spices-herbs_11375834.htm#&position=0&from_view=user&uuid=bc1295a7-4f77-4df8-8352-787bc9aee21e">Freepik</a>
Image by Freepik

Pada artikel ini, akan kita membahas sekilas tentang herbal (pangan fungsional). Masyarakat awam mengenal tanaman yang berfungsi mengobati dengan istilah herbal. Berdasarkan KBBI, herbal adalah hal-hal yang berkaitan dengan herba. Sedangkan herba sendiri adalah tumbuhan yang daun, bunga, atau akarnya dapat digunakan untuk bumbu makanan, obat-obatan, atau parfum. Berdasarkan ilmu gizi, kita mengenal pula pangan (makanan) fungsional.

Firman Allah ﷺ

Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman di dalam QS Abasa ayat 29:

 “dan zaitun dan pohon kurma”

Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan tentang zaitun karena yang memiliki manfaat antara lain kita dapat memanfaatkannya selain sebagai makanan buah, juga dapat kita manfaatkan sebagai minyak dan obat. Kemudian Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan pohon kurma karena kurma bisa menjadi makanan pokok, juga bisa menjadi buah-buahan. kita juga dapat menyimpan kurma sebagai makanan pokok.

Allah telah menganugerahkan kepada kita berbagai macam pengobatan alamiah yang terkandung di dalam makanan.

Pengertian pangan fungsional

Pangan fungsional adalah substansi makanan atau bagian makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan, baik mengobati maupun mencegah penyakit. Beragam jenis pangan fungsional mulai dari zat makanan terisolasi, suplemen makanan, jenis diet spesifik, sampai dengan modifikasi genetik makanan yang (GMO) termasuk juga produk-produk herbal.

Berdasarkan asalnya, pangan fungsional dapat berasal dari alam maupun formulasi.

Berdasarkan sumbernya, pangan fungsional dapat bersumber dari tumbuhan (fitokemikal), hewan (zookemikal), alga, jamur dan mikroorganisme.

Fitokemikal adalah komponen bioaktif dari tumbuhan yang bersifat non-nutrisi dan memiliki manfaat mencegah penyakit. Beberapa sifat fitokemikal:

    • Non-nutritif
    • Peneliti mengetahui lebih dari 1000 fitokemikal
    • Tumbuhan memproduksi komponen ini sebagai proteksi tetapi studi menunjukkan komponen tersebut dapat memprotek manusia dari penyakit.
    • Komponen ini adalah zat nutrisi non-esensial, tubuh manusia tidak membutuhkannya untuk mempertahankan hidup.

 

Contoh-contoh Pangan Fungsional

Contoh pangan fungsional fitokemikal yang sering kita ketahui antara lain:

Polifenol (flavonoid, isoflavonoid)  yang terdapat pada buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan, antosianidin yang terdapat pada buah beri, anggur, dan jeruk, fitoestrogen yang terdapat pada legume, buah beri, kacang tanah, terpenoid pada jamur, karotenoid pada wortel, tomat, sayuran daun-daunan, limonoid pada jeruk, fitosterol pada kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian, glukosinolat pada sayuran kembang kol dan sejenisnya, serta jenis-jenis serat (fiber).

Manfaat Pangan Fungsional bagi Kesehatan

Berbagai manfaat kesehatan pangan fungsional tersebut bagi kesehatan antara lain: melindungi dari berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, infeksi dan inflamasi, osteoporosis, dan lainnya.

Pada tulisan-tulisan berikutnya akan kita bahas berbagai jenis herbal (pangan fungsional) yang dikenal masyarakat Indonesia. Biiznillah.

Sumber:

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/herbal

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/herba

https://firanda.com/tafsir-surat-abasa-tafsir-juz-amma/

https://doi.org/10.1016/B978-0-12-818593-3.00011-7

Nutrigenomik, Hubungan Makanan dan Gen Kita

Image By freepik
Image By freepik

Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara asupan makanan tertentu dengan ekspresi gen.

Sekilas mengenai Ekspresi Genetik

Ekspresi gen adalah apa yang nampak di tubuh kita, misal ekspresi gen rambut kita berwarna hitam, maka nampaklah rambut kita berwarna hitam. Contoh lain adalah ekspresi gen warna kulit kita adalah sawo matang, maka nampaklah warna kulit kita sawo matang, dan seterusnya. Namun, tidak selamanya ekspresi gen kita selalu dalam posisi “menyala” (on). Terdapat faktor lingkungan (di sekitar kita) yang dapat mempengaruhi ekspresi gen, itu disebut sebagai epigenetik. Nutrigenomik adalah ilmu mengenai salah satu jenis epigenetik yaitu makanan/nutrisi. Kita mengharapkan ekspresi gen yang "mati” / off yaitu ekspresi gen penyakit sehingga tidak muncul di badan kita.

Nutrigenomik

Ilmu ini mempelajari hubungan antara genom manusia, nutrisi, dan kesehatan. Fungsi nutrigenomik antara lain adalah mengidentifikasi bagaimana makanan dapat mengubah ekspresi gen yang dapat mempengaruhi proses metabolisme. Jadi, nilai kemanfaatan makanan tidak hanya ditinjau dari pengaruhnya terhadap kesehatan tingkat organ atau sel tubuh, bahkan sampai kepada tingkat gen sebagai cetak biru manusia. Makanan dapat meng-off-kan ekspresi gen bakal penyakit, dan sebaliknya, makanan dapat meng-on-kan ekspresi gen kebaikan dan keunggulan fisik maupun psikologis.

Sebagai seorang muslim, mari kita menerapkan tuntunan Islam di dalam keseharian kita. Allah memerintahkan kita untuk memilah dan memilih makanan yang halal dan terbaik bagi kesehatan. Sesuai firman-Nya:

    • Abasa: 24

“maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya

    • Al Baqarah: 168

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti Langkah-Langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Kesimpulan

Kesimpulannya, nutrigenomik dapat membantu mengevaluasi kebutuhan nutrisi individu berdasarkan profil genetiknya (personalized diet). Bahkan dapat membantu penyembuhan dan pencegahan penyakit kronis.

Sumber

https://link.springer.com/article/10.1007/s12291-017-0699-5

Cara Hidup Sehat Islami, 2015, Tauhid Nur Azhar, Bandung Barat: Tasdiqiya Publisher

Suka Makan Mie Instan? Hati-hati Sindrom Metabolik!

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/bottom-view-chopsticks-asian-ramen-noodles-bowl-dark-table-waribashi_17250113.htm#query=noodle&position=33&from_view=search&track=sph">Image by KamranAydinov</a> on Freepik
Image by KamranAydinov on Freepik

Anda suka makan mie instan? Hati-hati sindrom metabolik. Berbagai kalangan masyarakat, dari segala usia maupun kelas ekonomi sangat menggemari makanan ini. Harganya yang terjangkau, kemudahan memperolehnya di manapun, dan kemudahan penyajiannya menjadikannya makanan sejuta umat. Hal ini terbukti dari tingkat konsumsi mie instan yang meningkat sebanyak 990 juta bungkus di tahun 2022. Namun, konsumsi mie instan berhubungan dengan sindrom metabolik.

Kandungan Mie Instan

Mie instan mengandung kalori yang rendah. Para produsen juga memproduksi mie instan dan memfortifikasi dengan zat besi dan vitamin B. Namun, kebanyakan merk mie instan yang beredar di pasaran masih mengandung sedikit nutrien penting seperti protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, kalium dan serat.

100 gram mie instan mengandung garam 4 kali lipat kandungan yang direkomendasikan WHO. Kementerian Kesehatan Indonesia pun merekomendasikan paling banyak konsumsi 1 sendok teh garam (setara 5 gr) per hari yang juga setara dengan 2 gr natrium. Kelebihan konsumsi natrium dapat berhubungan dengan hipertensi, penyakit jantung dan ginjal.

Sebagaimana makanan instan lainnya, mie instan pun mengandung pengawet dan penyedap makanan. Produsen mie instan menggunakan TBHQ (tertiary butylhydroquinone) sebagai salah satu bahan pengawet. Konsumsi TBHQ tidak berbahaya dalam kadar kecil. Namun, pada penelitian hewan uji coba, konsumsi secara jangka panjang dapat memengaruhi kerusakan jaringan syaraf, meningkatkan risiko limfoma, dan pembesaran liver. Pada uji coba laboratorium, bahan pengawet ini dapat merusak DNA manusia.

Sebagaimana makanan instan lainnya, mie instan juga mengandung MSG (monosodium-glutamat) yang berperan sebagai penyedap makanan. Pada orang yang memiliki sensitivitas MSG, akan mengalami keluhan pusing, mual, hipertensi, kelemahan dan kram otot.

Mie Instan dan Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah suatu kumpulan dari tiga atau lebih gejala penyakit berikut: obesitas abdominal (buncit), darah tinggi, hiperglikemia (gula darah tinggi), hipo-HDL (kadar HDL rendah), atau hipertrigliseridemia (kadar trigliserida yang tinggi). Sindrom metabolik berhubungan dengan banyak penyakit degeneratif seperti panyakit jantung, stroke, diabetes, dan ginjal. Sebuah penelitian terbaru (2023) pada 72.000 subjek penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara konsumsi mie instan dan penyakit sindrom metabolik.

Para peneliti menemukan bahwa subjek dengan asupan mie instan yang tinggi mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat, lebih tinggi zat lemak, protein dan natrium serta lebih sedikit kalsium, vitamin D, vitamin C, dan flavonoid mengindikasikan kualitas makanan secara keseluruhan yang buruk.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi mie instan >= 130 gram per hari dengan frekuensi >= 3 kali per pekan berkaitan dengan glisemik indeks yang lebih tinggi dan secara positif berkaitan dengan 34% risiko lebih tinggi menderita sindrom metabolik.

Konsumsi Mie Instan dengan “Lebih” Sehat

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/thai-food-noodles-spicy-boil-with-pork-boil-egg_10991281.htm#query=noodle&position=7&from_view=search&track=sph#position=7&query=noodle">Image by jcomp</a> on Freepik
Image by jcomp on Freepik

Kami mengutip sebuah artikel, bila memang kegemaran mengonsumsi mie instan sudah kuat, ada beberapa cara membuat mie instan kita “lebih menyehatkan”.

    • Kita dapat menambah sayuran seperti sawi, jamur, wortel, brokoli dan bawang dapat membantu menambah serat dan nutrien yang tidak terkandung pada mie instan.
    • Menambah protein sehat seperti daging ayam, ikan, tahu, atau telur sehingga dapat membantu rasa kenyang lebih lama
    • Mengurangi penyedap rasa bubuk yang disediakan dapat menurunkan konsumsi kadar natrium dan MSG.
    • Mengganti bumbu kuah mie instan dengan kuah kaldu buatan sendiri yang lebih alamiah dan menyehatkan
    • Prof. Frank Hu dari Universitas harvard menganjurkan untuk menjarangkan konsumsi mie instan menjadi hanya 1-2 kali per BULAN ketimbang 1-2 kali per pekan.

Sumber

https://www.mdpi.com/2072-6643/15/9/2091

https://www.healthline.com/nutrition/ramen-noodles#nutrition

https://www.hsph.harvard.edu/news/hsph-in-the-news/instant-noodle-consumption-linked-to-heart-risk-in-women/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/05/25/jumlah-konsumsi-mi-instan-di-indonesia-meroket-semenjak-pandemi-covid-19

Makanan Kemasan Bikin Nagih?

Image by Freepik
Image by Freepik

Setiap kali kita mengonsumsi makanan kemasan, satu sampai dua kali suapan terasa tidak cukup. Tanpa kita menyadarinya, tangan kita terus saja merogoh makanan di dalam kemasan itu. Memangnya makanan kemasan bikin nagih? Betul. Ternyata produsen makanan kemasan mendesain (membuat) makanan kemasan dengan tujuan agar konsumen "tidak berhenti" mengonsumsi produk mereka. Berikut penjelasannya.

Alasan Ilmiah Kenapa Makanan Kemasan Terasa sangat Enak

Image by Kerfin7 on Freepik
The image of the human brain

Industri makanan dan minuman kemasan siap saji mengenal istilah bliss point (titik bahagia). Bliss point adalah titik terenak dan ternyaman yang dipersepsi pengecapan lidah kita saat mengonsumsi produk makanan kemasan. Bliss point sebenarnya adalah keseimbangan rasa asin dari garam, gurih dari lemak dan manis dari gula yang menimbulkan persepsi enak tadi.

Saat kita makan makanan enak, otak akan mengaktifkan suatu sirkuit penghargaan (reward). Rasa enak menimbulkan reward berupa pengeluaran endorfin (hormon bahagia). Akan terjadi serbuan kimia yang membanjiri otak dengan kesenangan sehingga otak akan menciptakan lebih banyak reseptor untuk dopamin sebagai respons. Dopamin (hormon yang memicu ketagihan) akan mendorong kita terus "mencari" reward bahagia.

Sehingga sirkuit reward akan terjadi terus menerus. Inilah penjelasan makanan kemasan bikin nagih.

Kombinasi ketiga bahan makanan tadi yang secara sinergis memicu dopamin, bukan salah satunya. Aplikasi bliss point ini sebenarnya mendapatkan kritik karena diduga berhubungan dengan perilaku adiksi konsumsi makanan kemasan.

Dengan cara yang sama seperti orang dengan kecanduan narkoba atau alkohol membutuhkan dosis yang lebih besar dari waktu ke waktu, kita menginginkan lebih banyak junk food semakin banyak Anda memakannya.

Kenapa bisa berbahaya?

Pada tulisan kami sebelumnya, bahaya di balik konsumsi makanan kemasan bagi kesehatan dapat timbul akibat:

Konsumsi berlebihan (over-consumption) makanan kemasan karena sifat makanan kemasan yang hiperpalatabel, sangat terasa enak. Hal tersebut dapat menimbulkan gangguan “sinyal lapar-kenyang” (ketidakseimbangan antara hormon leptin dan ghrelin). Salah satu dampak yang timbul adalah asupan pangan bernutrisi tinggi menjadi turun. Seringkali makanan kemasan siap saji mengandung kalori yang tinggi, lemak-trans, karbohidrat olahan, gula olahan, sedang “isi” nutrisinya rendah.

Selain itu, makanan kemasan nyaman dan mudah langsung dikonsumsi. Kampanye pemasaran makanan kemasan sangat pervasif (sangat mengena) dan persuasif.

Makanan kemasan juga masih dapat mengandung substansi berbahaya dampak pemrosesan, seperti kontaminan sampingan dari proses suhu tinggi, bahan aditif yang mengganggu komposisi mikrobiota usus dan memicu inflamasi, serta komponen perusak keseimbangan hormonal dari kemasan makanan.

Bagaimana Menghindarinya?

<a href="https://www.freepik.com/free-vector/fatty-man-rejecting-fast-food-cartoon_5467521.htm#page=2&query=stop%20eating%20junk%20food&position=39&from_view=search&track=ais">Image by vectorpocket</a> on Freepik
Image by vectorpocket on Freepik

Lalu, bagaimana sebaiknya kita bersikap? Terdapat dua strategi yang sebaiknya dilakukan bersamaan. Secara global berkaitan dengan pemangku kebijakan.

    • Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan fiskal berupa pungutan (pajak) makanan dan minuman ultra-proses serta junk food yang terbukti efektif menekan penjualannya;
    • Pencantuman label peringatan pada kemasan depan (front-of-package) dengan lebih ketat;
    • Pengaturan cara-cara pemasaran agar tidak langsung menyasar anak-anak usia sekolah;
    • Perlindungan lingkungan sekolah dengan program terstruktur;
    • Kebijakan komprehensif lainnya yang telah diterapkan pemerintah Chile mampu mengubah norma sosial dan kultural seputar isu ini sehingga menurunkan permintaan makanan ultra-proses.

Tugas kita adalah secara individu, kita harus mengedukasi diri kita dan keluarga mengenai masalah ini. Terapkan langkah-langkah berikut:

    • Rencanakan makanan dan kudapan Anda sebelumnya. Anda memutuskan apa yang Anda makan berdasarkan kebutuhan nutrisi, bukan berdasarkan apa yang tersisa di lemari makan Anda. Perencanaan ke depan juga membantu Anda menjaga anggaran dan membuat belanja lebih mudah.
    • Pilih buah segar untuk pencuci mulut daripada junk food untuk menghindari tambahan garam, gula, dan lemak jenuh.
    • Periksa nilai nutrisi makanan Anda pada informasi nutrisi di bagian belakang kemasan.
    • Hati-hati dengan 'trik' iklan, termasuk klaim bahwa suatu produk 'low sugar', karena masih bisa tinggi kalori, garam, atau lemak. Misal, suatu produk mengklaim “low fat” padahal “hanya” lebih sedikit lemak daripada versi aslinya - tetapi mungkin masih tinggi lemak.

Kesimpulan

Sebagai seorang dari bagian komunitas muslim, sudah seyogianya kita menerapkan tuntunan Islam di dalam keseharian kita. Kita diperintahkan untuk memilah dan memilih makanan yang halal dan terbaik bagi kesehatan kita.

    • QS. Abasa: 24

“maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya

    • QS. Al Baqarah: 168

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti Langkah-Langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Sumber:

https://globalfoodresearchprogram.org/wp-content/uploads/2021/04/UPF_ultra-processed_food_fact_sheet.pdf 

https://en.wikipedia.org/wiki/Bliss_point_(food)#References