Pos Sehat Al Huda, Jl. Sukarajin I Kota Bandung
+6285798493023

Tidur, Aktivitas yang tidak Produktif?

<a href="https://www.freepik.com/free-vector/flat-person-sleeping-bed_4365062.htm#fromView=search&page=1&position=31&uuid=1c4e0bbb-0293-4d11-9bc3-b70e149b1f1b">Image by freepik</a>
Image by freepik

Benarkah tidur adalah aktivitas yang tidak produktif? Setelah lelah beraktivitas seharian, saatnya untuk tidur di malam hari sebagai aktivitas “penutup” hari. Kebanyakan kita menganggap tidur adalah aktivitas yang tidak produktif di penghujung hari kita. Sebaliknya, saat kita tidur, otak kita malah “bekerja”.

Jam Biologis Tubuh, Siklus Sirkadian

Sebelum membahas tentang manfaat tidur bagi kesehatan kita, ada baiknya kita mengetahui tentang siklus sirkadian tubuh. Allah ﷻ telah menciptakan jam biologis di tubuh kita. Jam ini berada di kelenjar pineal, suatu kelenjar yang terdapat di otak. Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin. Melatonin adalah hormon yang sangat peka terhadap cahaya.

Zaman dulu ketika belum ada jam sebagai penunjuk waktu, manusia mengandalkan peredaran matahari dan bulan untuk menunjukkan waktu dalam satu hari. Di otak, ketika matahari mulai terbenam, cahaya yang redup akan memicu peningkatan kadar melatonin. kadar melatonin mulai memuncak sekitar pukul 21.00, di waktu inilah kita biasanya merasa sangat mengantuk.

Pagi hari ketika matahari mulai terbit, cahayanya memapar mata kita dan dipersepsi “waktu telah terang” oleh otak. Kadar melatonin otak menurun. Kadar hormon kortisol meningkat seiring menurunnya melatonin. Kortisol adalah hormon “aktivitas”. Kortisol mempersiapkan tubuh kita dengan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi. Dengan demikian, kita dapat semangat melakukan aktivitas sejak pagi hari.

Jadi, keseimbangan kerja hormon melatonin sebagai hormon tidur dan kortisol sebagai hormon aktivitas mempengaruhi respon tubuh kita terhadap aktivitas harian. Paparan cahaya matahari-lah yang memicu keseimbangan itu.

Sebagaimana firman Allah ﷻ: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” [Ar Rum: 23].

Syaikh Abdur Rahman Bin Nashir As Sa’di menafsirkan ayat di atas, “Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah sebagaimana yang Ia firmankan,“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada m alam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur”. [Al Qashash: 73] [2]. Demikianlah, Allah ﷻ menjadikan malam sebagai waktu istirahat dan siang sebagi waktu untuk berkerja. MasyaAllah.

Kita Tidur, Otak dan Tubuh “Bekerja”

Tingginya kadar hormon melatonin meningkat akan memicu serangkaian pengeluaran hormon serta aktivitas sistem tubuh lainnya. Dengan kata lain, melatonin adalah “dirigen” tubuh kita saat tidur.

Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan (Growth Hormone – GH) langsung meningkat sesaat kita tidur. Pada orang dewasa, GH membantu perbaikan sel-sel tubuh yang rusak sekaligus memulihkan bagian tubuh yang lelah. Pada anak, tentu saja GH sangat membantu tingkat pertumbuhan mereka. Oleh karena itu, durasi tidur anak biasanya lebih lama dibandingkan dewasa. Maka, aturlah jam tidur anak-anak kita sesuai kebutuhan usianya termasuk tidur siang. (3)

Kapasitas memori, kreativitas, dan kecerdasan

Tidur dapat memperkuat memori kita khususnya dalam hal-hal (pelajaran maupun pengalaman) baru yang kita alami seharian. Kurang tidur berakibat pada terganggunya proses kecerdasan, kita menjadi lebih lambat berpikir. (4) Pada saat tidur, otak juga mengeluarkan sampah hasil metabolisme berupa beta-ameloid dan adenosin yang dapat mencegah penyakit pikun. (5)

Kapasitas memori, kreativitas, dan kecerdasan

Tidur dapat memperkuat memori kita khususnya dalam hal-hal (pelajaran maupun pengalaman) baru yang kita alami seharian. Kurang tidur berakibat pada terganggunya proses kecerdasan, kita menjadi lebih lambat berpikir. (4) Pada saat tidur, otak juga mengeluarkan sampah hasil metabolisme berupa beta-ameloid dan adenosin yang dapat mencegah penyakit pikun. (5)

Sistem daya tahan tubuh manusia

Saat tidur, tubuh menata kembali susunan genetiknya dengan menambahkan aktivasi gen-gen daya tahan tubuh kita. Tidur membantu menurunkan “bakat” penyakit tumor dan radang yang dibawa oleh gen kita yang lain. Salah satu contohnya adalah Natural Killer Cell (NK-Cell) berperan pada pembunuhan sel-sel (bakal) kanker dan tumor. Apabila kita terbiasa kurang tidur, aktivitas NK-Cell dapat berkurang sampai 70% meningkatkan risiko terkena kanker. (6)

Mood dan stres

Tidur memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Orang kurang tidur memiliki kadar melatonin yang lebih rendah sehingga dapat mengalami berbagai gangguan mood, mudah gelisah, mudah lelah, dan mudah marah. (1)

Kurang tidur meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Kurang tidur berhubungan dengan risiko obesitas (kegemukan), diabetes , dan mengganggu regulasi hormon lapar dan kenyang. (3) Saat tidurlah proses penyerapan makanan di usus kita lebih optimal.

Jadi, benarkah tidur aktivitas yang tidak produktif?

Anjuran Nabi ﷺ tentang Tidur

            Nabi ﷺ lebih senang tidur di awal waktu agar dapat bangun di awal waktu pula. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568). Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah) (7)

Nabi ﷺ juga senang melaksanakan tidur siang (qailulah)

“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1647) (8)

Salah satu hasil penelitian yang signifikan mengenai tidur siang adalah orang-orang yang tidur siang 1 – 2 kali saja per pekan memiliki angka kejadian penyakit jantung yang lebih rendah daripada orang-orang yang tidak rutin melakukan tidur siang. (9)

Tips Tidur yang Baik

    1. Laksanakan sunnah-sunnah Nabi ﷺ sebelum tidur, karena syariat mengajarkan manusia untuk melaksanakan segala sesuatu secara baik dan terencana meskipun untuk kebutuhan biologis dasar manusia sekalipun.
    2. Gelapkan cahaya kamar beberapa saat sebelum tidur agar hormon melatonin dapat bekerja optimal
    3. Usahakan ruangan tempat kita tidur dalam suasana yang sejuk dan tidak banyak suara, karena otak akan benar-benar beristirahat tanpa gangguan suara-suara.
    4. Rutinkan waktu tidur kita, jangan berpindah-pindah waktu
    5. Tidak ada durasi tidur yang benar-benar sehat bagi tiap orang, 7 – 8 jam adalah waktu rata-rata orang tidur, sesuaikan dengan kebutuhan kita.

Sumber:

  1. Tauhid Nur Azhar, 2015, Cara Hidup Sehat Islami, Bandung Barat: Tasdiqiya
  2. https://almanhaj.or.id/2915-tidur-dalam-tatanan-sunnah.html
  3. Kim, 2015, The Impact of Sleep and Circadian Disturbance on Hormones and Metabolism, International Journal of Endocrinology
  4. Deak, 2010, Sleep and Cognition, Wiley Interdiscip Rev Cogn Sci. 2010 July ; 1(4): 491–500. doi:10.1002/wcs.52.
  5. Illif, 2014, Ted-X talk, Courtesy: Youtube
  6. Walker, 2019, Ted-X talk, Courtesy: Youtube
  7. muslim.or.id/5253-adab-islami-sebelum-tidur.html
  8. https://rumaysho.com/15749-pernah-amalkan-tidur-qailulah-dan-tahu-manfaatnya.html
  9. Hausler, 2019, Association of napping with incident cardiovascular events in a prospective cohort study, Häusler N, et al. Heart 2019;0:1–6. doi:10.1136/heartjnl-2019-314999